mohon maaf, blog saya pindah ke alamat :
hendraa7.blogspot.com
syukron :D
Senin, 08 Oktober 2012
Minggu, 08 April 2012
di ujung sepi
Adalah kita,mencoba memejam mata dengan rindu yg menangkup,
yg berusaha dibunuh dan tak bersayap utuh
Entah bagaimana kita menerjemahkannya,sementara perih mengaduh pun dada yg sesak,
tak mengerti
Rindu2 kita menjadi sembilu,yg membunuh senyum,juga seperti nada2 kematian ketika ia melirih,membuncah ingin
Adalah waktu,adalah jarak juga langkah,harap yg keliru ditempuh.atau kita kan bersama-sama menyalahkannya : takdir?
Sungguh,tak jua mampu aku terus merindu,menahan perih,mengharap engkau.
Sampai kapankah? Sungguh,belum teranugrahi aku akan damai.ketika langit menyatakan maklumatnya : kita takkan bersama
yg berusaha dibunuh dan tak bersayap utuh
Entah bagaimana kita menerjemahkannya,sementara perih mengaduh pun dada yg sesak,
tak mengerti
Rindu2 kita menjadi sembilu,yg membunuh senyum,juga seperti nada2 kematian ketika ia melirih,membuncah ingin
Adalah waktu,adalah jarak juga langkah,harap yg keliru ditempuh.atau kita kan bersama-sama menyalahkannya : takdir?
Sungguh,tak jua mampu aku terus merindu,menahan perih,mengharap engkau.
Sampai kapankah? Sungguh,belum teranugrahi aku akan damai.ketika langit menyatakan maklumatnya : kita takkan bersama
masih tentang yang sama
Rindumu adalah diam,rinduku adalah gundah,
maka selamanya kita takkan menemukan terang
kecuali nyeri di lembah-lembah sunyi
Lalu kita memendamnya,mengharapnya mati
untuk kemudian kita kubur dalam2
atau bahkan kita lautkan saja : rindu-rindu ini
Duhai engkau penerbit resahku..apa kabarmu? Aku rindu...
maka selamanya kita takkan menemukan terang
kecuali nyeri di lembah-lembah sunyi
Lalu kita memendamnya,mengharapnya mati
untuk kemudian kita kubur dalam2
atau bahkan kita lautkan saja : rindu-rindu ini
Duhai engkau penerbit resahku..apa kabarmu? Aku rindu...
kamu..
Aku lupa bagaimana memejam mata dan melupakan;kamu
Maka adalah senyummu tertampak ketika semuanya menjadi gelap,maka aku kembali terjaga,tak ingin mengingat ;kamu
Mungkin kubiarkan saja lelap sengaja menyapa,hingga tak perlu kupaksa diri untuk melupakan;kamu
Maka adalah senyummu tertampak ketika semuanya menjadi gelap,maka aku kembali terjaga,tak ingin mengingat ;kamu
Mungkin kubiarkan saja lelap sengaja menyapa,hingga tak perlu kupaksa diri untuk melupakan;kamu
dalam diam
Aku mencintaimu,dengan cinta yg mungkin tak kau lihat di timur langit atau hijau taman..
Aku mencintaimu,dengan cinta yg tak kau temukan kala ramai dan lalu lalang rinai hujan..
Aku mencintaimu,dengan cinta yg tak terucap lisan atau pelukan erat kala senyum kita beradu pandang..
Aku mencintaimu,dengan cinta yg tak perlu kau tahu..cukup aku,semesta dan rintik hujan,dimana kutuliskan namamu di tanah basah..
Aku mencintaimu,dengan cinta yg terkadang menggebu,atau bahkan hilang diantara badai gurun dan gulungan ombak..
Aku mencintaimu,dengan cinta yg tak kau temukan kala ramai dan lalu lalang rinai hujan..
Aku mencintaimu,dengan cinta yg tak terucap lisan atau pelukan erat kala senyum kita beradu pandang..
Aku mencintaimu,dengan cinta yg tak perlu kau tahu..cukup aku,semesta dan rintik hujan,dimana kutuliskan namamu di tanah basah..
Aku mencintaimu,dengan cinta yg terkadang menggebu,atau bahkan hilang diantara badai gurun dan gulungan ombak..
Minggu, 29 Januari 2012
dekatnya engkau,bintang..
aku merasakan bebintang yang dekat
hangatnya membias di wajah
senyumnya terangkai di beranda pandang
menjadi taman yang berbukit-bukit
begitu dekat,hingga dapat kurasakan basah air di sela-sela jari kaki.
ada apa denganmu bintang?
lelahkah engkau pada rindu yg menggebumu?
atau telah sampaikah kepadamu sayap-sayap rindu
yang kuterbangkan kepadamu?
hangatnya membias di wajah
senyumnya terangkai di beranda pandang
menjadi taman yang berbukit-bukit
begitu dekat,hingga dapat kurasakan basah air di sela-sela jari kaki.
ada apa denganmu bintang?
lelahkah engkau pada rindu yg menggebumu?
atau telah sampaikah kepadamu sayap-sayap rindu
yang kuterbangkan kepadamu?
Selasa, 24 Januari 2012
Sayap rindu yang mati
Aku melihat rindu yang ragu kau sebut dlm nyata,
kau rasakannya meluap-luap,namun apa dayamu,langit sungguh pekat berkabut..
Pun disini,tak henti wajahmu terlukis,di langit2 kamar
menggoda mata tuk tak segera terpejam.
walau rindu serupa lirih,di pekat geram..
Pun disini,tak henti wajahmu terlukis,
di langit2 kamar yg menggoda mata tuk tak segera terpejam.
walau rindu serupa lirih,di pekat geram..
Betapa malang sayap2 rindu kita,ia tak tahu arah kemana menumpah gundah.
mereka terhalang pekat awan,gemuruh hujan dan badai gersang..
Maka cerita kita adalah tentang sayap2 rindu kita yg terbang kian kemari,
tak tahu arah kemudian mati..
Maka mari kita kubur sayap2 rindu ini,kemudian memejam mata agar kelak
esok tiada ia terbang menyesaki dada,kemudian kita saling melupakan..
kau rasakannya meluap-luap,namun apa dayamu,langit sungguh pekat berkabut..
Pun disini,tak henti wajahmu terlukis,di langit2 kamar
menggoda mata tuk tak segera terpejam.
walau rindu serupa lirih,di pekat geram..
Pun disini,tak henti wajahmu terlukis,
di langit2 kamar yg menggoda mata tuk tak segera terpejam.
walau rindu serupa lirih,di pekat geram..
Betapa malang sayap2 rindu kita,ia tak tahu arah kemana menumpah gundah.
mereka terhalang pekat awan,gemuruh hujan dan badai gersang..
Maka cerita kita adalah tentang sayap2 rindu kita yg terbang kian kemari,
tak tahu arah kemudian mati..
Maka mari kita kubur sayap2 rindu ini,kemudian memejam mata agar kelak
esok tiada ia terbang menyesaki dada,kemudian kita saling melupakan..
NUr..
Bukan bebintang,namun cahaya yg hilang dan datang,
hanya sekejap kemudian menyisakan luka..terdalam
Aku sisakan untukmu sebuah ruang di belantara hati,disana hanya ada engkau..
diamlah disana,sebagai sejarah terindah..
Kemudian akan kubawa engkau di setiap laju langkah,terbingkai..
Selamanya..
hanya sekejap kemudian menyisakan luka..terdalam
Aku sisakan untukmu sebuah ruang di belantara hati,disana hanya ada engkau..
diamlah disana,sebagai sejarah terindah..
Kemudian akan kubawa engkau di setiap laju langkah,terbingkai..
Selamanya..
Selamat Malam Bintang..
Maka aku bertanya padamu bintang,apa yg kau lakukan di hening semesta?
tak kah kau merindu debur ombak yg biasa kita tatap?
Masih saja sama,kita saling menatap namun tdk saling memandang..
kita berbicara namun dlm sunyi,bukan suara dan dlm derai yg nyata..
Kemudian dlm pembaringanmu,dlm mata yg masih terjaga,engkau memikirkanku.
kemudian jarak mengundang tangismu,untuk terisak bersama rindu..
Begitulah,bintang mengabut lirihnya dlm hening..
menyapukan rintih rindunya ke semesta,
tiada yg mendengar kecuali kesunyian itu sendiri..
Maka aku pun merindumu..entah lakumu di langit sana,
sungguh jarak itu tak mampu ku dayuh,aku menyerah pd letih..
Pun dlm mimpi,takkan mampu ku temukan sayap untuk menjelajah langit.
kemudian membelaimu dg rindu yg meruah-ruah.
Selamat malam bebintang,semoga tetes perihmu menjadi embun
yg merayu dedaun untuk tetap merindumu..
tak kah kau merindu debur ombak yg biasa kita tatap?
Masih saja sama,kita saling menatap namun tdk saling memandang..
kita berbicara namun dlm sunyi,bukan suara dan dlm derai yg nyata..
Kemudian dlm pembaringanmu,dlm mata yg masih terjaga,engkau memikirkanku.
kemudian jarak mengundang tangismu,untuk terisak bersama rindu..
Begitulah,bintang mengabut lirihnya dlm hening..
menyapukan rintih rindunya ke semesta,
tiada yg mendengar kecuali kesunyian itu sendiri..
Maka aku pun merindumu..entah lakumu di langit sana,
sungguh jarak itu tak mampu ku dayuh,aku menyerah pd letih..
Pun dlm mimpi,takkan mampu ku temukan sayap untuk menjelajah langit.
kemudian membelaimu dg rindu yg meruah-ruah.
Selamat malam bebintang,semoga tetes perihmu menjadi embun
yg merayu dedaun untuk tetap merindumu..
Selasa, 17 Januari 2012
Hey Kalian..
Ringkih,seperti menerka hujan yg datang bertubi.
tatap wajah yg sinis,bangga atas segala yg tak nampak,
lalu terbahak senang..
kemudian semua orang menjadi dungu,kecuali kalian.
tersiku siapa yg tak sefaham.menuju jurang,
lalu kalian kmbali terbahak,senang..
Padahal semuanya palsu,
tawa2 itu hanya nyanyian2 yg mengantar kalian pd leher yg tercekat,
kemudian semuanya menjadi serba menghitam..
Tak nampak siapa yg mnjadi kawan prjalanan.
bukan cermin di kanan kirinya,
tetapi jurang yg menerkam siapa saja yg lalai,
untuk kalian jatuhkan
Kelak kalian kan kembali sendiri,itu niscaya.
sangka dan tawa itu kemudian kan menjelma nyata,
menjadi sesal yg terlambat dihiba maaf..
tatap wajah yg sinis,bangga atas segala yg tak nampak,
lalu terbahak senang..
kemudian semua orang menjadi dungu,kecuali kalian.
tersiku siapa yg tak sefaham.menuju jurang,
lalu kalian kmbali terbahak,senang..
Padahal semuanya palsu,
tawa2 itu hanya nyanyian2 yg mengantar kalian pd leher yg tercekat,
kemudian semuanya menjadi serba menghitam..
Tak nampak siapa yg mnjadi kawan prjalanan.
bukan cermin di kanan kirinya,
tetapi jurang yg menerkam siapa saja yg lalai,
untuk kalian jatuhkan
Kelak kalian kan kembali sendiri,itu niscaya.
sangka dan tawa itu kemudian kan menjelma nyata,
menjadi sesal yg terlambat dihiba maaf..
Langganan:
Komentar (Atom)