Usiaku semakin tua..
Usiaku semakin senja..
Ajalku semakin dekat..
Malaikat maut kan menjemput..
-Hawari
Senin, 28 November 2011
Minggu, 27 November 2011
Sabtu, 26 November 2011
song list yasin-sohibi live ahad 27/11/11
1. insya Allah - maher zain
2. muhasabah cinta- edcoustic
3. idolakan Tuhan-hawari
4. permaisuri hati - the fikr
5. rumahku syurgaku-tazakka
6. do'a kalbu-fika
7. menjadi diriku-edcoustic
8. pertengkaran kecil-edcoustic
9. sepanjang hidup-maher zain
10. kerlipan cinta-rabbani
11. keimanan-haris
12.mutiara hati-sakha
13.duhai pendampingku-edcoustic
14.himah hidup-star 5
15.pergi tak kembali-rabbani
16. nantikanku di batas waktu-edcoustic
2. muhasabah cinta- edcoustic
3. idolakan Tuhan-hawari
4. permaisuri hati - the fikr
5. rumahku syurgaku-tazakka
6. do'a kalbu-fika
7. menjadi diriku-edcoustic
8. pertengkaran kecil-edcoustic
9. sepanjang hidup-maher zain
10. kerlipan cinta-rabbani
11. keimanan-haris
12.mutiara hati-sakha
13.duhai pendampingku-edcoustic
14.himah hidup-star 5
15.pergi tak kembali-rabbani
16. nantikanku di batas waktu-edcoustic
Kamis, 24 November 2011
Aku senang memikirkanmu
Aku tidak bisa meletakkan kata demi kata sehebat Tuhan menempatkan bintang demi bintang, tetapi kaulah langitku, dan aku ingin terbang. Aku tidak bisa menghitung besarnya cinta sejeli Tuhan tahu berapa banyak pasir di laut, tetapi kaulah lautku, dan aku ingin tenggelam. Aku rela menyingkirkan segala pinta kedaginganku, selagi kau duduk di sampingku dan kepada hatiku kau bercerita tentang hidupmu. Sebab semenjak ada kau dalam hidupku, degup jantung seakan berubah menjadi denting piano. Aku ingin bernyanyi, melantunkan nyanyian syukur atas hadirmu.
Sayang, kau tahu apa yang ada di pikiranku? Banyak. Namun di dalam kepalaku kau bagai raksasa yang manis, yang sampai segala masalah dan kepahitan tampak begitu kecil. Aku senang memikirkanmu. Senang sekali.
Sayang, kau tahu apa yang ada di pikiranku? Banyak. Namun di dalam kepalaku kau bagai raksasa yang manis, yang sampai segala masalah dan kepahitan tampak begitu kecil. Aku senang memikirkanmu. Senang sekali.
dedaun rindu
dan aku dedaun yang menghibakan langit akan hujan
gersang nafasku menghembus rindu
yang terserak di merah tanah
menanti angin menghembusnya ke ujung parau
saat perahu-perahu mulai beranjak meninggalkan dermaga
dan langit mulai digulung gelap..
gersang nafasku menghembus rindu
yang terserak di merah tanah
menanti angin menghembusnya ke ujung parau
saat perahu-perahu mulai beranjak meninggalkan dermaga
dan langit mulai digulung gelap..
Tentangmu
Memandangmu itu seperti melihat taman setelah reda hujan
dg percik air yg masih membasahi daun dan rumput,menyejukkan..
Seperti nada hujan yg tak deras pula suaramu,
memacu berirama merdu saat butir demi butir nya mengetuk tanah dan atap,
melenakkan..
Maka membersamaimu laksana lukisan malam,
dengan bulan dan bebintang yg menghias langit,
indah menentramkan..
dg percik air yg masih membasahi daun dan rumput,menyejukkan..
Seperti nada hujan yg tak deras pula suaramu,
memacu berirama merdu saat butir demi butir nya mengetuk tanah dan atap,
melenakkan..
Maka membersamaimu laksana lukisan malam,
dengan bulan dan bebintang yg menghias langit,
indah menentramkan..
keranda kenang
dari timur, sunyi yang memandu kenang telah sampai
pada surau yang berhias tentram.
hanya sebatas bulan semua gundah kan bersayap,
terbang..
pada surau yang berhias tentram.
hanya sebatas bulan semua gundah kan bersayap,
terbang..
Selasa, 15 November 2011
Selamat..
menghitam, genang air sungai
wajah pun hilang cahaya, padahal pelita disekitar
sendiri di lorong gelap di bawah tanah
padahal di atas ramai riuh para pengelana
hendak kemana kaki melangkah?
sementara pijar langit semakin menjauh
mungkin hendak diremukkan tubuh oleh bumi
hingga hancur belulang dan wajah seram
belum terlambat...
masih terlihat pijar bintang di kelam malam
ada cahaya menelisik di sela gelap
ikutilah,datangilah
terbuka matamu takjub melihat kemegahan warna
pada rimbun pohon dan hangat cakrawala
disanalah seharusnya berada, pada tanah,sungai dan langit cahaya
selamat...
wajah pun hilang cahaya, padahal pelita disekitar
sendiri di lorong gelap di bawah tanah
padahal di atas ramai riuh para pengelana
hendak kemana kaki melangkah?
sementara pijar langit semakin menjauh
mungkin hendak diremukkan tubuh oleh bumi
hingga hancur belulang dan wajah seram
belum terlambat...
masih terlihat pijar bintang di kelam malam
ada cahaya menelisik di sela gelap
ikutilah,datangilah
terbuka matamu takjub melihat kemegahan warna
pada rimbun pohon dan hangat cakrawala
disanalah seharusnya berada, pada tanah,sungai dan langit cahaya
selamat...
di pagi ini
memulai pagi dalam muram
wajah ditekuk mendung pun rintik hujan membasahi wajah
kemana gerangan lengkung senyum dan matahari?
wajah ditekuk mendung pun rintik hujan membasahi wajah
kemana gerangan lengkung senyum dan matahari?
siapa?
siapa aku di gelap ini?
hujan,angin,mendung dan awan telah sempurna membawa kelam
sendiri menatap tanah dan langit dalam sama warna : hitam
nanar pandang,sesekali terpejam
mengapa aku di sepi ini?
hujan,angin,mendung dan awan telah sempurna membawa kelam
sendiri menatap tanah dan langit dalam sama warna : hitam
nanar pandang,sesekali terpejam
mengapa aku di sepi ini?
Kamis, 10 November 2011
haiku..
didekap ragu
lelah semua palsu
mesti berlalu..
rencana pergi
entah kapan tak pasti
mesti terhenti
selamat tinggal
nanti terucap yakin
hati yang lapang
lelah semua palsu
mesti berlalu..
rencana pergi
entah kapan tak pasti
mesti terhenti
selamat tinggal
nanti terucap yakin
hati yang lapang
Senin, 07 November 2011
di tepi sepi
menggurat sepi, tergaris pada pasir yang lautnya tenang
langitnya biru,anginnya membelai.
sendiri,seperti tak berpenghuni bumi
hanya suara yang tak nampak wujud kudengar
entah dibalik tebing,awan atau ombak.
dan aku disini saja di ujung tebing memandang laut
memandang gelombang,menyimak debur
sementara dalam kepala tak kalah ramai
berbicara sendiri,entah apa...
langitnya biru,anginnya membelai.
sendiri,seperti tak berpenghuni bumi
hanya suara yang tak nampak wujud kudengar
entah dibalik tebing,awan atau ombak.
dan aku disini saja di ujung tebing memandang laut
memandang gelombang,menyimak debur
sementara dalam kepala tak kalah ramai
berbicara sendiri,entah apa...
Rabu, 12 Oktober 2011
suatu saat nanti
suatu saat nanti..
kan kalian temukan mentari di balik awan
atau purnama di balik mendung
suatu saat nanti..
mungkin kalian kan ikut menangis
meraba perih atau menebas luka yang menganga
suatu saat nanti..
kalian kan mengerti arti luka,sepi,sunyi,sedih
gundah,putus asa dan...ingin mati
kan kalian temukan mentari di balik awan
atau purnama di balik mendung
suatu saat nanti..
mungkin kalian kan ikut menangis
meraba perih atau menebas luka yang menganga
suatu saat nanti..
kalian kan mengerti arti luka,sepi,sunyi,sedih
gundah,putus asa dan...ingin mati
DUGA
hiduplah kalian dengan duga
takkan kalian tahu gemuruh perut bumi
atau awan pekat di hijau taman
gundahlah kalian dengan duga
yang membentang picik senyum
dan tengil wajah menyindir
tahukah kalian isi bumi? luas langit?
atau rimba hutan dan gersang gurun
pernahkah kalian tempuh?
takkah kalian bertanya pada sang penempuh?
agar tersibak gelap dan hitam awan?
atau masih saja kalian nikmati duga?
takkan kalian tahu gemuruh perut bumi
atau awan pekat di hijau taman
gundahlah kalian dengan duga
yang membentang picik senyum
dan tengil wajah menyindir
tahukah kalian isi bumi? luas langit?
atau rimba hutan dan gersang gurun
pernahkah kalian tempuh?
takkah kalian bertanya pada sang penempuh?
agar tersibak gelap dan hitam awan?
atau masih saja kalian nikmati duga?
Rabu, 07 September 2011
pada bintang tentang angin
tak kah kau dengar rinduku bintang?
pada daun-daun yang gugur ditiup angin
pada sunyi yang dihembus malam
pada ruang yang hampa gema
tak kah kau rasa rinduku bintang?
pada desir angin yang membelai wajah
pada panas kulit saat terik membakar
pada sepi saat ia meraja
rinduku hanyalah angin mungkin
yang membelai namun kau lupakan
yang berhembus namun engkau buang
yang ada namun tak kau tampak
rinduku serupa angin memang
yang tak jelas wujud saat menyapa
yang samar pada kasat saat memandang
namun rasakanlah bintang,
sesungguhnya rinduku ada
setia membelaimu lekat
meski sering engkau abai...
pada daun-daun yang gugur ditiup angin
pada sunyi yang dihembus malam
pada ruang yang hampa gema
tak kah kau rasa rinduku bintang?
pada desir angin yang membelai wajah
pada panas kulit saat terik membakar
pada sepi saat ia meraja
rinduku hanyalah angin mungkin
yang membelai namun kau lupakan
yang berhembus namun engkau buang
yang ada namun tak kau tampak
rinduku serupa angin memang
yang tak jelas wujud saat menyapa
yang samar pada kasat saat memandang
namun rasakanlah bintang,
sesungguhnya rinduku ada
setia membelaimu lekat
meski sering engkau abai...
Senin, 05 September 2011
selamat tinggal
Seperti ramadhan yang baru saja berlalu
Hadirmu kini hanya menjadi kenangan saja
Yang mungkin kembali saat bulan bulat sempurna
Atau nyata pergi seperti menguapnya embun
Hadirmu kini hanya menjadi kenangan saja
Yang mungkin kembali saat bulan bulat sempurna
Atau nyata pergi seperti menguapnya embun
Rabu, 24 Agustus 2011
cinta kalian
cinta kini telah tunjukan indahnya
dua hati telah berpadu sudah
dalam ikatan yang agung
cinta, kini telah terangkan sinarnya
menyatukan KALIAN bersama
mengharap keberkahannya
dalam ikatan yang tulus berjanji
saling mengerti dan memahami
mencintai, menyayangi sepenuh hati
hingga kelak disatukan kembali
dalam rahmatNya cinta suci kan bersatu lagi
keberkahan ketenangan semoga selalu dihati
cinta, kini telah tunjukan indahnya
satukan selalu dalam cintaMu
Tuhan berkahilah mereka..
*seperti dinyanyikan oleh yasin nasyid
januari 2008
dua hati telah berpadu sudah
dalam ikatan yang agung
cinta, kini telah terangkan sinarnya
menyatukan KALIAN bersama
mengharap keberkahannya
dalam ikatan yang tulus berjanji
saling mengerti dan memahami
mencintai, menyayangi sepenuh hati
hingga kelak disatukan kembali
dalam rahmatNya cinta suci kan bersatu lagi
keberkahan ketenangan semoga selalu dihati
cinta, kini telah tunjukan indahnya
satukan selalu dalam cintaMu
Tuhan berkahilah mereka..
*seperti dinyanyikan oleh yasin nasyid
januari 2008
Senin, 22 Agustus 2011
bidadari
Senyummu adalah lengkung mentari pagi yg menghangati..hadirmu adalah langit yg melindungi,menentramkan hati..
tanpanya
tiadamu adalah,bergumpal awan mendung di pagi,terang namun gelap sejatinya,hingga tak kutemukan embun di selasar dan jendela..
menatapmu
menatapmu adalah,memasuki taman dg gemercik air dan bebunga yg memuncak wanginya.pun langit cerah secerah-cerahnya,rumput menghijau,kicauan burung.dan di bawah rindang aku bersandar,menatapmu,lekat,dg senyum terangkai..
geram malam
sendiri dlm ramai,siapakah yg menggubah sepi,hingga mengaburkan lengkung, terkurung.tak kau bacakah pelik?hingga pecah langit berkeping.dan takkah kau dengar riuh yg gaduh?serta sunyi yg bersenandung pilu?.
dan malam bawa riuhku,senandung sepi yg mengalun di pelataran hati,ia senyapkan tawa yg hilang dibadai,hancur terguncang,roboh diterjang.adakah yg meraba angin,yg dapat mengembalikan gelak pada taman?
Minggu, 21 Agustus 2011
Jumat, 19 Agustus 2011
belum juga
Sesaat lagi berakhir malam,semburat merah telah tampak di timur langit
Aku dan malam berlagu sepi,bersenandung hening
Pun hingga bebintang pergi,tak pernah terukir kalimat2 surgawi
,yg melingkari bumi dengan pelangi hingga layar malam terkembang lagi
Pergilah bebintang dengan degup yg terhenti,
berjuta tanya dan rangkai sesal yg mengukir langit.
Pun tulisan namanya di pepasir pantai telah hilang tergerus ombak,
tiada tersisa bahkan hanya sejejak
Berharap gerusan ombak juga menghilangkan jejaknya di hati..
Sesaat lagi berakhir malam,semburat merah telah tampak di timur langit
Aku dan malam berlagu sepi,bersenandung hening
Pun hingga bebintang pergi,tak pernah terukir kalimat2 surgawi
,yg melingkari bumi dengan pelangi hingga layar malam terkembang lagi
Pergilah bebintang dengan degup yg terhenti,
berjuta tanya dan rangkai sesal yg mengukir langit.
Pun tulisan namanya di pepasir pantai telah hilang tergerus ombak,
tiada tersisa bahkan hanya sejejak
Berharap gerusan ombak juga menghilangkan jejaknya di hati..
Rabu, 17 Agustus 2011
7 bintang #6
Cintaku adalah badai,
takkah kau dengar gemuruhnya?riuhnya?
takkah kau lihat ia terbangkan pohon-pohon menjadi sauh di pantai??
Cintaku adalah lembing yg terlempar,
menghujam tanah menghempas pasir..
dan tak jua kau rasakan degup jantungmu berdetak,
Cintaku adalah nyanyian serak parau di lorong2 sunyi,
saat habis teriakan yg bahananya dapat keringkan lautan.
pedih,sesak memilukan.
Cintaku adalah nyanyian2 sunyi di padang pasir,
riuh angin memecahnya dan kepulan pepasir menyapu wajah,
lusuh tanpa pandang utuh..
cintaku adalah rindu yang berujung derai...
takkah kau dengar gemuruhnya?riuhnya?
takkah kau lihat ia terbangkan pohon-pohon menjadi sauh di pantai??
Cintaku adalah lembing yg terlempar,
menghujam tanah menghempas pasir..
dan tak jua kau rasakan degup jantungmu berdetak,
Cintaku adalah nyanyian serak parau di lorong2 sunyi,
saat habis teriakan yg bahananya dapat keringkan lautan.
pedih,sesak memilukan.
Cintaku adalah nyanyian2 sunyi di padang pasir,
riuh angin memecahnya dan kepulan pepasir menyapu wajah,
lusuh tanpa pandang utuh..
cintaku adalah rindu yang berujung derai...
7 bintang #5
Langit kaucerahkan,seperti mendekatlah engkau sejarak sehasta,indah terang,mendamaikan..
Namun begitu sayap terangkai dan aku terbang,kau hitamkan langit,kau tiup badai,dan kau jatuhkan aku hingga berkeping..
Mungkin aku kini tak peduli,akan sinar bintang2 yg mati,engkau bukanlah pemilik cahaya sejati.angkuhmu adalah gelapmu,dan aku pergi..
"Menjauhlah" batinku,hingga lelaplah malamku,dlm hangat di bawah atap dan benderang lampu.
Mataku tak perlu terjaga dan kulit yg menggigil serta senyum2 getir..
"Palsu !!" Umpat batinku lagi,seperti sehasta jarakmu padahal ribuan tahun cahaya untuk mendekatmu,pun jika kesana terbakarlah aku..
Biarkan putaran bumi menjawabnya,kini kulupakan malam beserta seluruh hiasannya.aku disini,di hangat tembok,atap,sinar lampu dan selimut
Dan kuhentikan sajak ini..mungkin tak kan kau temukan lagi rangkaian kata2 surgawi penuh puji.dan aku pergi...
Namun begitu sayap terangkai dan aku terbang,kau hitamkan langit,kau tiup badai,dan kau jatuhkan aku hingga berkeping..
Mungkin aku kini tak peduli,akan sinar bintang2 yg mati,engkau bukanlah pemilik cahaya sejati.angkuhmu adalah gelapmu,dan aku pergi..
"Menjauhlah" batinku,hingga lelaplah malamku,dlm hangat di bawah atap dan benderang lampu.
Mataku tak perlu terjaga dan kulit yg menggigil serta senyum2 getir..
"Palsu !!" Umpat batinku lagi,seperti sehasta jarakmu padahal ribuan tahun cahaya untuk mendekatmu,pun jika kesana terbakarlah aku..
Biarkan putaran bumi menjawabnya,kini kulupakan malam beserta seluruh hiasannya.aku disini,di hangat tembok,atap,sinar lampu dan selimut
Dan kuhentikan sajak ini..mungkin tak kan kau temukan lagi rangkaian kata2 surgawi penuh puji.dan aku pergi...
7 bintang #4
Bertahun,dan tak jua kutemukan matimu,
seolah kekal hidup bersama detak jantung dan aliran darahku,
hendakkah kusalahkan langit yg dihiasmu?
Dan aku menyusur semburatmu,
dari jingga hingga kelabu,
kemudian kau dentumkan suara petir,
menghujam,menggelegar.menguap semua rinduku
seolah kekal hidup bersama detak jantung dan aliran darahku,
hendakkah kusalahkan langit yg dihiasmu?
Dan aku menyusur semburatmu,
dari jingga hingga kelabu,
kemudian kau dentumkan suara petir,
menghujam,menggelegar.menguap semua rinduku
duhai..
Senyummu adalah langit,
tempat bermuara segala percik,rona dan rintik.
dan menatapmu adalah debar
tempat berawal semua rindu,sedih dan sedan
tempat bermuara segala percik,rona dan rintik.
dan menatapmu adalah debar
tempat berawal semua rindu,sedih dan sedan
7 bintang #3
Pagi pun benderang,sinarnya mengoyak gelap,
hilang bintang diterjang terang.
entah kemana,dan aku tak peduli kmana gelap pergi
Bintang meredup,tak kulihat lagi dia di ufuk,
saat senja menyapa kuterlelap saja,
tak kunantikan lagi ada terang di kelam malam
Merindumu adalah..menaburkan pasir pada mata yg memerah dan mengalirkan cuka pada nanah
Mendambamu adalah mendaki bukit nan terjal,yang di ranting2 pohonnya terlukis sembab
Hendak kau padamkan api di ujung mataku,
namun embun takkan cukup membelah tombakmu.
telah menancap tepat di ulu,di tempat muara sakit&rindu
hilang bintang diterjang terang.
entah kemana,dan aku tak peduli kmana gelap pergi
Bintang meredup,tak kulihat lagi dia di ufuk,
saat senja menyapa kuterlelap saja,
tak kunantikan lagi ada terang di kelam malam
Merindumu adalah..menaburkan pasir pada mata yg memerah dan mengalirkan cuka pada nanah
Mendambamu adalah mendaki bukit nan terjal,yang di ranting2 pohonnya terlukis sembab
Hendak kau padamkan api di ujung mataku,
namun embun takkan cukup membelah tombakmu.
telah menancap tepat di ulu,di tempat muara sakit&rindu
7 bintang #2
Malam tiba,bergemuruhlah dada,
rindu menggila melompat mencari tangga menuju langit
,ia menyiksa batin-batin tersunyi semesta
Menatapmu bintang
dalam percik air yg jatuh dari langit,
dari bayangan sungai yg panjang,,
Aku menjadi dedaun,yg gugur kala mentari di ubun
.aku menggigil ketika malam sempurnakan kelamnya
Dialah setitik cahaya nun jauh di ujung langit,
saat wajah2 suram menatapnya lekat,
sementara tangan mengepal dan wajah seringai srigala
rindu menggila melompat mencari tangga menuju langit
,ia menyiksa batin-batin tersunyi semesta
Menatapmu bintang
dalam percik air yg jatuh dari langit,
dari bayangan sungai yg panjang,,
Aku menjadi dedaun,yg gugur kala mentari di ubun
.aku menggigil ketika malam sempurnakan kelamnya
Dialah setitik cahaya nun jauh di ujung langit,
saat wajah2 suram menatapnya lekat,
sementara tangan mengepal dan wajah seringai srigala
7 bintang #1
Membersamai bintang,
aku melayang,senyum terangkai.
anugrah langit,air hujan menyuburkan bunga2 di bumi
Sekilas binar,namun mampu mengalihkan pandangku ke langit
padahal aku bahagia di bumi,
dengan bunga2 yg mekar dan tanah2 yg subur
Didekatkan pada langit,bebintang terlihat lebih dekat,
ia tersenyum.namun apalah guna bagi tangan yg tak mampu memeluk
aku melayang,senyum terangkai.
anugrah langit,air hujan menyuburkan bunga2 di bumi
Sekilas binar,namun mampu mengalihkan pandangku ke langit
padahal aku bahagia di bumi,
dengan bunga2 yg mekar dan tanah2 yg subur
Didekatkan pada langit,bebintang terlihat lebih dekat,
ia tersenyum.namun apalah guna bagi tangan yg tak mampu memeluk
lini masa
membaca fajar, semburat merah di timur langit
tirai gelap yang digulung, bebintang yang dihela terang
dan hati yang penuh syukur
aku di langit membersamai bintang di galaksinya
dalam hamparan semesta yang rumit dan menawan
disapa pagi,ketika manusia-manusia langit menembus gelap
menggaungkan panggilan rindu ke semesta
bangkitlah, panggilannya adalah panggilan cinta
tirai gelap yang digulung, bebintang yang dihela terang
dan hati yang penuh syukur
aku di langit membersamai bintang di galaksinya
dalam hamparan semesta yang rumit dan menawan
disapa pagi,ketika manusia-manusia langit menembus gelap
menggaungkan panggilan rindu ke semesta
bangkitlah, panggilannya adalah panggilan cinta
Selasa, 16 Agustus 2011
aku,kamu..
Cintaku laut,bermuara di hatimu.
beriak tenang atau bergelombang selalu bermuara disitu.
Cintaku angin,yang tak tertampak wujud senyum
Namun kau rasakan desirnya membelai wajahmu kala terik..
Cintaku langit,tempat terlepas segala lelah saat kau tatap
Dengan baris awan yang selalu terbitkan senyum.
Dan Cintamu adalah badai,bergemuruh dihatiku
Membawa serta serpihan-serpihan debu
yang memerah memerihkan mata..
Cintamu adalah gelombang laut
Yang menerjang dan meluluhlantakkan pantai
Hingga rubuh semua harap..
cintamu adalah bintang,tempat menatap hati yang takjub terkagum
tak tergapai dan tangan yg terpasung ..
beriak tenang atau bergelombang selalu bermuara disitu.
Cintaku angin,yang tak tertampak wujud senyum
Namun kau rasakan desirnya membelai wajahmu kala terik..
Cintaku langit,tempat terlepas segala lelah saat kau tatap
Dengan baris awan yang selalu terbitkan senyum.
Dan Cintamu adalah badai,bergemuruh dihatiku
Membawa serta serpihan-serpihan debu
yang memerah memerihkan mata..
Cintamu adalah gelombang laut
Yang menerjang dan meluluhlantakkan pantai
Hingga rubuh semua harap..
cintamu adalah bintang,tempat menatap hati yang takjub terkagum
tak tergapai dan tangan yg terpasung ..
Senin, 15 Agustus 2011
kelak..
Kelak rinduku kan menjelma layu
Terbitkan sesal dan buram hidupmu
Hingga takkan kau temukan lagi puja-puji kagum
Dan pohon yang buahnya ranum
Kelak rinduku kan menjelma busur
Menusuk tepat didadamu
Hingga engkau berdarah dan mati..
Terbitkan sesal dan buram hidupmu
Hingga takkan kau temukan lagi puja-puji kagum
Dan pohon yang buahnya ranum
Kelak rinduku kan menjelma busur
Menusuk tepat didadamu
Hingga engkau berdarah dan mati..
#haiku 2
masih hening
matahari tanggalkan sauh
menuju dhuha
didekap gundah
langit menghimpun berita
merona memerah
melangkah kaki
senyum hangat mentari
menerjang gigil
matahari tanggalkan sauh
menuju dhuha
didekap gundah
langit menghimpun berita
merona memerah
melangkah kaki
senyum hangat mentari
menerjang gigil
#haiku 1
timur langit
senyum matahari
menghangati
gelap yang terhela
bumi kembali berwarna
arak-arak awan putih
sisa-sisa embun
tanah yang basahi jemari kaki
senyum terukir
mulai riuh
manusia keluar terbitkan gemuruh
ramainya pagi
menghirup nafas dalam
paru-paru bersorak girang riang
hari siap ditulis
senyum matahari
menghangati
gelap yang terhela
bumi kembali berwarna
arak-arak awan putih
sisa-sisa embun
tanah yang basahi jemari kaki
senyum terukir
mulai riuh
manusia keluar terbitkan gemuruh
ramainya pagi
menghirup nafas dalam
paru-paru bersorak girang riang
hari siap ditulis
Langganan:
Komentar (Atom)





