aku merasakan bebintang yang dekat
hangatnya membias di wajah
senyumnya terangkai di beranda pandang
menjadi taman yang berbukit-bukit
begitu dekat,hingga dapat kurasakan basah air di sela-sela jari kaki.
ada apa denganmu bintang?
lelahkah engkau pada rindu yg menggebumu?
atau telah sampaikah kepadamu sayap-sayap rindu
yang kuterbangkan kepadamu?
Minggu, 29 Januari 2012
Selasa, 24 Januari 2012
Sayap rindu yang mati
Aku melihat rindu yang ragu kau sebut dlm nyata,
kau rasakannya meluap-luap,namun apa dayamu,langit sungguh pekat berkabut..
Pun disini,tak henti wajahmu terlukis,di langit2 kamar
menggoda mata tuk tak segera terpejam.
walau rindu serupa lirih,di pekat geram..
Pun disini,tak henti wajahmu terlukis,
di langit2 kamar yg menggoda mata tuk tak segera terpejam.
walau rindu serupa lirih,di pekat geram..
Betapa malang sayap2 rindu kita,ia tak tahu arah kemana menumpah gundah.
mereka terhalang pekat awan,gemuruh hujan dan badai gersang..
Maka cerita kita adalah tentang sayap2 rindu kita yg terbang kian kemari,
tak tahu arah kemudian mati..
Maka mari kita kubur sayap2 rindu ini,kemudian memejam mata agar kelak
esok tiada ia terbang menyesaki dada,kemudian kita saling melupakan..
kau rasakannya meluap-luap,namun apa dayamu,langit sungguh pekat berkabut..
Pun disini,tak henti wajahmu terlukis,di langit2 kamar
menggoda mata tuk tak segera terpejam.
walau rindu serupa lirih,di pekat geram..
Pun disini,tak henti wajahmu terlukis,
di langit2 kamar yg menggoda mata tuk tak segera terpejam.
walau rindu serupa lirih,di pekat geram..
Betapa malang sayap2 rindu kita,ia tak tahu arah kemana menumpah gundah.
mereka terhalang pekat awan,gemuruh hujan dan badai gersang..
Maka cerita kita adalah tentang sayap2 rindu kita yg terbang kian kemari,
tak tahu arah kemudian mati..
Maka mari kita kubur sayap2 rindu ini,kemudian memejam mata agar kelak
esok tiada ia terbang menyesaki dada,kemudian kita saling melupakan..
NUr..
Bukan bebintang,namun cahaya yg hilang dan datang,
hanya sekejap kemudian menyisakan luka..terdalam
Aku sisakan untukmu sebuah ruang di belantara hati,disana hanya ada engkau..
diamlah disana,sebagai sejarah terindah..
Kemudian akan kubawa engkau di setiap laju langkah,terbingkai..
Selamanya..
hanya sekejap kemudian menyisakan luka..terdalam
Aku sisakan untukmu sebuah ruang di belantara hati,disana hanya ada engkau..
diamlah disana,sebagai sejarah terindah..
Kemudian akan kubawa engkau di setiap laju langkah,terbingkai..
Selamanya..
Selamat Malam Bintang..
Maka aku bertanya padamu bintang,apa yg kau lakukan di hening semesta?
tak kah kau merindu debur ombak yg biasa kita tatap?
Masih saja sama,kita saling menatap namun tdk saling memandang..
kita berbicara namun dlm sunyi,bukan suara dan dlm derai yg nyata..
Kemudian dlm pembaringanmu,dlm mata yg masih terjaga,engkau memikirkanku.
kemudian jarak mengundang tangismu,untuk terisak bersama rindu..
Begitulah,bintang mengabut lirihnya dlm hening..
menyapukan rintih rindunya ke semesta,
tiada yg mendengar kecuali kesunyian itu sendiri..
Maka aku pun merindumu..entah lakumu di langit sana,
sungguh jarak itu tak mampu ku dayuh,aku menyerah pd letih..
Pun dlm mimpi,takkan mampu ku temukan sayap untuk menjelajah langit.
kemudian membelaimu dg rindu yg meruah-ruah.
Selamat malam bebintang,semoga tetes perihmu menjadi embun
yg merayu dedaun untuk tetap merindumu..
tak kah kau merindu debur ombak yg biasa kita tatap?
Masih saja sama,kita saling menatap namun tdk saling memandang..
kita berbicara namun dlm sunyi,bukan suara dan dlm derai yg nyata..
Kemudian dlm pembaringanmu,dlm mata yg masih terjaga,engkau memikirkanku.
kemudian jarak mengundang tangismu,untuk terisak bersama rindu..
Begitulah,bintang mengabut lirihnya dlm hening..
menyapukan rintih rindunya ke semesta,
tiada yg mendengar kecuali kesunyian itu sendiri..
Maka aku pun merindumu..entah lakumu di langit sana,
sungguh jarak itu tak mampu ku dayuh,aku menyerah pd letih..
Pun dlm mimpi,takkan mampu ku temukan sayap untuk menjelajah langit.
kemudian membelaimu dg rindu yg meruah-ruah.
Selamat malam bebintang,semoga tetes perihmu menjadi embun
yg merayu dedaun untuk tetap merindumu..
Selasa, 17 Januari 2012
Hey Kalian..
Ringkih,seperti menerka hujan yg datang bertubi.
tatap wajah yg sinis,bangga atas segala yg tak nampak,
lalu terbahak senang..
kemudian semua orang menjadi dungu,kecuali kalian.
tersiku siapa yg tak sefaham.menuju jurang,
lalu kalian kmbali terbahak,senang..
Padahal semuanya palsu,
tawa2 itu hanya nyanyian2 yg mengantar kalian pd leher yg tercekat,
kemudian semuanya menjadi serba menghitam..
Tak nampak siapa yg mnjadi kawan prjalanan.
bukan cermin di kanan kirinya,
tetapi jurang yg menerkam siapa saja yg lalai,
untuk kalian jatuhkan
Kelak kalian kan kembali sendiri,itu niscaya.
sangka dan tawa itu kemudian kan menjelma nyata,
menjadi sesal yg terlambat dihiba maaf..
tatap wajah yg sinis,bangga atas segala yg tak nampak,
lalu terbahak senang..
kemudian semua orang menjadi dungu,kecuali kalian.
tersiku siapa yg tak sefaham.menuju jurang,
lalu kalian kmbali terbahak,senang..
Padahal semuanya palsu,
tawa2 itu hanya nyanyian2 yg mengantar kalian pd leher yg tercekat,
kemudian semuanya menjadi serba menghitam..
Tak nampak siapa yg mnjadi kawan prjalanan.
bukan cermin di kanan kirinya,
tetapi jurang yg menerkam siapa saja yg lalai,
untuk kalian jatuhkan
Kelak kalian kan kembali sendiri,itu niscaya.
sangka dan tawa itu kemudian kan menjelma nyata,
menjadi sesal yg terlambat dihiba maaf..
Langganan:
Komentar (Atom)