tak kah kau dengar rinduku bintang?
pada daun-daun yang gugur ditiup angin
pada sunyi yang dihembus malam
pada ruang yang hampa gema
tak kah kau rasa rinduku bintang?
pada desir angin yang membelai wajah
pada panas kulit saat terik membakar
pada sepi saat ia meraja
rinduku hanyalah angin mungkin
yang membelai namun kau lupakan
yang berhembus namun engkau buang
yang ada namun tak kau tampak
rinduku serupa angin memang
yang tak jelas wujud saat menyapa
yang samar pada kasat saat memandang
namun rasakanlah bintang,
sesungguhnya rinduku ada
setia membelaimu lekat
meski sering engkau abai...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar